Kuala Kapuas ,Borneo-One.
Di Kabupaten Kapuas, Apa yang sedang terjadi?
Harga kebutuhan pokok dan listrik sudah naik (inflasi 4,92%)
Musim kemarau 2026 diprediksi panjang oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Risiko beras mahal, air sulit, dan kebakaran hutan meningkat
Tapi sampai Maret 2026, uang APBD belum banyak dipakai
Bandingkan dengan tahun 2025
Tahun 2025
Banyak proyek jalan & bangunan berjalan
Uang banyak beredar di desa
Ekonomi hidup karena proyek jalan
Tahun 2026 (sampai Maret)
Proyek hampir belum jalan
Bantuan sosial belum turun
Uang pemerintah masih “diam di kas”
Kenapa ini berbahaya?
Karena kalau:
Harga naik
Tapi uang tidak beredar di masyarakat
Maka yang terjadi:
Rakyat terasa susah duluan, sebelum pemerintah bertindak.
Apa risiko yang bisa terjadi kalau dibiarkan?
Harga beras naik
BBM eceran mahal atau sulit didapat
Daya beli turun
Ekonomi desa melemah
Potensi masalah sosial
Padahal uangnya ADA
Masih ada SiLPA Rp550 M
Anggaran belanja modal Rp709 M
Anggaran bantuan & darurat ada
Tapi belum cepat digunakan.
Apa yang harus segera dilakukan pemerintah?
Percepat proyek jalan & irigasi (biar uang beredar)
Turunkan bantuan sosial sebelum harga makin naik
Pakai dana darurat sekarang, jangan tunggu krisis
Siapkan cadangan beras daerah
Pastikan pasokan BBM aman ke Kapuas
Intinya (kalimat paling mudah dipahami)
Masalah Kapuas 2026 bukan tidak ada uang.
Masalahnya uangnya belum turun ke masyarakat saat harga sudah naik. (Agus Saputra/Biro Kapuas).
KAPUAS 2026: HARGA SUDAH NAIK, UANG PEMERINTAH BELUM TURUN
Kuala Kapuas ,Borneo-One.
Di Kabupaten Kapuas, Apa yang sedang terjadi?
Harga kebutuhan pokok dan listrik sudah naik (inflasi 4,92%)
Musim kemarau 2026 diprediksi panjang oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Risiko beras mahal, air sulit, dan kebakaran hutan meningkat
Tapi sampai Maret 2026, uang APBD belum banyak dipakai
Bandingkan dengan tahun 2025
Tahun 2025
Banyak proyek jalan & bangunan berjalan
Uang banyak beredar di desa
Ekonomi hidup karena proyek jalan
Tahun 2026 (sampai Maret)
Proyek hampir belum jalan
Bantuan sosial belum turun
Uang pemerintah masih “diam di kas”
Kenapa ini berbahaya?
Karena kalau:
Harga naik
Tapi uang tidak beredar di masyarakat
Maka yang terjadi:
Rakyat terasa susah duluan, sebelum pemerintah bertindak.
Apa risiko yang bisa terjadi kalau dibiarkan?
Harga beras naik
BBM eceran mahal atau sulit didapat
Daya beli turun
Ekonomi desa melemah
Potensi masalah sosial
Padahal uangnya ADA
Masih ada SiLPA Rp550 M
Anggaran belanja modal Rp709 M
Anggaran bantuan & darurat ada
Tapi belum cepat digunakan.
Apa yang harus segera dilakukan pemerintah?
Percepat proyek jalan & irigasi (biar uang beredar)
Turunkan bantuan sosial sebelum harga makin naik
Pakai dana darurat sekarang, jangan tunggu krisis
Siapkan cadangan beras daerah
Pastikan pasokan BBM aman ke Kapuas
Intinya (kalimat paling mudah dipahami)
Masalah Kapuas 2026 bukan tidak ada uang.
Masalahnya uangnya belum turun ke masyarakat saat harga sudah naik. (Agus Saputra/Biro Kapuas).
