
Palangka Raya – Satpamobvit Polresta Palangka Raya bersama Direktorat Pamobvit Polda Kalteng melaksanakan risk assessment atau penilaian risiko di kawasan Bundaran Besar Telawang sebagai persiapan pengamanan Festival Nusantara 2026 yang akan berlangsung pada 9 hingga 20 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kelayakan lokasi pelaksanaan acara sekaligus mengecek kesiapan panitia, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
“Risk assessment merupakan langkah awal dalam mendukung pengamanan suatu kegiatan. Melalui pengecekan ini, potensi kerawanan dapat diidentifikasi sejak dini sehingga panitia dapat melakukan langkah antisipasi secara optimal,”jelas Kasatpamobvit AKP Suranto, mewakili Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., Rabu (8/7/2026).
Tim pelaksana turut berkoordinasi dengan panitia penyelenggara serta instansi terkait untuk meninjau kesiapan lokasi, fasilitas pendukung, hingga aspek keselamatan yang diperlukan selama Festival Nusantara 2026 berlangsung.
Selain melakukan pengecekan lapangan, personel juga memberikan sejumlah masukan dan arahan kepada penanggung jawab kegiatan sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko terhadap potensi gangguan keamanan maupun kendala teknis di lokasi.
Melalui pelaksanaan risk assessment tersebut, diharapkan Festival Nusantara 2026 dapat terselenggara dengan aman, nyaman, dan memberikan rasa tenang bagi seluruh peserta maupun masyarakat yang akan menghadiri kegiatan.
(dk_reborn168)
